Banyak orang percaya bahwa gula memberikan energi instan, tetapi efeknya bersifat sementara. Setelah konsumsi gula, terjadi lonjakan gula darah yang cepat, membuat tubuh terasa bertenaga seketika. Namun, lonjakan ini diikuti penurunan gula darah yang drastis, sehingga tubuh cepat merasa lelah dan lesu.
Energi dari gula berbeda dengan energi dari karbohidrat kompleks seperti nasi, roti gandum, dan kentang. Karbohidrat kompleks dilepaskan lebih lambat ke dalam darah, sehingga energi lebih stabil dan bertahan lama. Oleh karena itu, mengandalkan gula untuk energi harian bukan pilihan yang sehat.
Mengatur konsumsi gula dan memilih sumber energi yang lebih alami membantu menjaga stamina dan konsentrasi. Anak-anak, remaja, maupun orang dewasa akan lebih fokus dan aktif tanpa risiko kelelahan mendadak. Memahami mitos dan fakta tentang gula adalah langkah penting untuk mengelola energi tubuh secara aman.
